This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 08 September 2014

Prospek Pengembangan Agribisnis Bunga Angrek


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Anggrek merupakan tanaman hias bunga yang populer. Bunga anggrek ini mempunyai penggemar dari tingkat lokal hingga tingkat internasional. Anggrek juga mempunyai pemasaran yang cukup luas dan beragam, baik dari pasar nasional maupun internasional, sehingga bunga anggrek dapat menjadi sumber devisa potensial bagi negara di samping dapat menjadi sumber penghasilan bagi petani dan pendapatan asli daerah. Namun pada kenyataannya, pengembangan usaha anggrek di Indonesia belum semaju negara lain.
Tak bisa dipungkiri kalau sebenarnya komoditas produksi bunga Tanah Air berlimpah ruah. Berdiri di hamparan tanah yang subur, jadi bukti Ibu Pertiwi ini memiliki keragaman hayati. Anggrek jadi contoh kecil dari berjuta-juta kekayaan floranya. Beribu-ribu spesies anggrek yang ada di Indonesia sudah lebih dari cukup untuk dijadikan modal negeri ini sebagai produsen anggrek dunia.
Anggrek memiliki nama latin Orchidaceae, yaitu merupakan satu suku tumbuhan berbunga yang memiki anggota atau jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari mulai wilayah tropika basah sampai lokasi sirkumpolar, walau beberapa besar anggotanya ditemukan di wilayah tropika. Umumnya anggota suku ini hidup sebagai epifit, terlebih yang datang dari wilayah tropika. Anggrek di wilayah beriklim sedang umumnya hidup di tanah serta membentuk umbi sebagai langkah beradaptasi pada musim dingin. Organ-organnya yang condong tidak tipis serta berdaging ( sukulen ) membuatnya tahan hadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit bisa hidup dari embun serta udara lembap. Orchidaceae merupakan sumber inspirasi dari penamaan kereta api argo anggrek, kereta api kelas eksekutif yang melayani perjalanan surabaya pasar turi-gambir.



1.2 Identifikasi Masalah
            Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan diatas, maka dapat di identifikasikan masalah sebagai berikut : Apakah pengembangan usaha tanaman hias bungan Anggrek dapat memberikan prospek yang cerah di tinjau dari aspek finansial.
1.3 Tujuan Penelitian
            Penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Prospek Pengembangan Usaha Tanaman Hias Bunga Anggrek yang di usahakan oleh pemilik di tinjau dari segi Finansial.
1.4 Kegunaan Penelitian
            Penelitian ini bermanfaat bagi penulis dalam mengaplikasikan ilmu yang telah di telah di dapat juga sebagai bahan informasi dan juga untuk melengkapi tugas Akhir Semester.
1.5 Tinjauan Pustaka
1.5.1 pengenalan Bunga Anggrek
Anggrek pada umumnya diperdagangkan dalam tiga bentuk komoditas, yaitu bibit anggrek, tanaman anggrek dewasa (pot plant) dan bunga anggrek potong. Anggrek adalah salah satu tanaman sangat potensial untuk dikembangkan. Seiring dengan perkembangan tanaman hias sekarang ini, anggrek masih memiliki pangsa pasar tersendiri bagi kalangan pecinta maupun kolektor anggrek, meskipun banyak bermunculan jenis-jenis tanaman hias baru yang menjadi tren dan mendominasi dalam pangsa pasar tanaman hias. Sesuai dengan Sutiyoso (2003),

1.5.2 Klasifikasi Bunga Anggrek
Dalam taksonomi tumbuhan, kedudukan bunga anggrek di klasifikasikan sebagai berikut:
Kerajaan:
Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Liliopsida
Ordo:
Asparagales
Famili:
Orchidaceae
Juss.

1.5.3 Varietas Bunga Anggrek
Varietas Bunga Anggrek memiliki ciri-ciri morfologi sebagai berikut :
a.       Batang anggrek beruas-ruas. Anggrek yang hidup di tanah (anggrek tanah) batangnya pendek serta condong mirip umbi. Sesaat itu, anggrek epifit batangnya tumbuh baik, kerapkali menebal serta terlindungi susunan lilin untuk menghindar penguapan terlalu berlebih. Perkembangan batang bisa berbentuk memanjang (monopodial) atau melebar (simpodial), bergantung genusnya.
b.    Daun anggrek umumnya oval memanjang dengan tulang daun memanjang juga, khas daun monokotil. Daun bisa juga menebal serta berperan sebagai penyimpan air.






















1.5.4 Tinjauan Agribisnis
               Menurut Krisna Mukti (2001), Agribisnis adalah suatu system usahan yang merupakan panduan lengkap dari beberapa subsistem yang paling ,berkaitan. Agribisnis di bagi atas tiga sektor yang paling tergantung yaitu: Sektor masukan (input), sektor produksi (farm), dan sektor keluar (Output).
1.5.5 Subsistem Penyediaan Sarana Produksi (Agroinput)
             Menurut Suharto (1992) Agroinput merupakan segala sarana produksi yang di gunakan dalam usaha.
1.5.6 Subsistem Usahatani (Agroproduksi)
           Menurut Bugaran Seragih (2008) subsistem produksi merupakan kegiatan pengembangan yang menggunakan sarana produksi usaha untuk menghasilkan produksi primer. Kegiatan- kegiatan yang di lakukan meliputi Penyiapan lahan, penanaman, pangendalian hama penyakit, samapai pasca panen dan penangananya.
1.5.7 Subsistim Pengolahan hasil (Agroindustri)
        Dalam usaha kegiatan Industri pengolahan, tidak terlepas dari pengembangan Agroindustri. Daya serap Industri pengolahan yang memiliki daya saing yang cukup tinggi terhadap produk sejenis di pasar Internasional, untuk Industri perlu memiliki keunggulan- keunggulan Koperatif usahatani dan tataniaga.
1.5.8 Subsistem Pemasaran (Agroniaga)
             Menurut Soekartawi (1989) Subsistim pemasaran hasil usaha (produk primer) dan Agroindustri untuk di pasarkan di daerah penelitian maupun di luar daerah penelitian.
1.5.9 Subsistem Penunjang (Agropenunjang)
            Kartasapoetra (1994), komponen layanan pendukunnya  yaitu berupa fasilitas yang dapat mendukung berlangsungnya suatu perubahan. Kelancaran layanan pendukung dengan sendirinya akan mempercepat berlangsungnya perubahan-perubahan positif.
1.1.10 Peran Agribisnis Dalam Pembangunan Ekonomi Nasional
           Kegiatan ekonomi yang berbasis pada pendayagunaan keanekaragaman alam dan social budaya telah lama berkembang di Indonesia, yaitu di kenal dengan pertanian. Semakin berkembang masyarakat tingkat komersialisasi kegiatan tersebut semakin berkembang. Baik sebelum produk utama dari kegiatan ekonomi berbasis Sumberdaya hayati adalah produk primer. Semakin lamanya berkembang menjadi produk yang di perdagangkan . (Krisna Mukti,2001) .