Kamis, 06 Februari 2014

cinta yang hilang dalam terang

Cinta Pertamaku

Indah rasanya masa kecilku ketika persaaan ini memaksaku untuk suka pada seorang wanita , mengalami gejolak yang sebenarnya diriku sendiri belum tiba pada Fase itu dan masih berada dalam proses menuju keremajaan , tapi apa yang harus aku lakukan saat itu seakan aku di paksa mengerti olah senyum bahagiaku dengan hati yang terus meronta-ronta bahwa persaan yang aku alami ini indah dan seakan aku harus tetap berada dalam keaadan itu.

Berawal dari kepindahanmu ke sekolahku disitu aku pertama kali melihatmu dan mulai mencari tau tentangmu. hari berganti dan waktu terus berlalu seakan tidak terasa kita harus berpisah, Namun seiring itu juga aku masih diam dan berlalu dengan perasaanku terhadapmu yang hanya mampu mengagumi walaupun aku tau bahwa aku memang telah jatuh cinta padamu, tapi apa daya diri ini masih belum mampu untuk jujur menyatakan karena ku tau pada saat itu usiaku yang masih sangat relatif muda *di bawah Umur* menjadi alasan bahwa perasaan suka ini hanya sebatas di rasakan dan di simpan di dalam hati dan bukan untuk di nyatakan.

Daun jatuh dan ranting pohon kecil di depan sekalahpun mulai patah seakan menjadi bukti bahwa ketakutanku akan kepergiaanmu terjadi dan seakan aku tak akan pernah bertemu lagi denganmu, kau pergi dengan persaanmu terhadapku yang tak pernah aku tau di karenakan semasa duduk sekelas bersama aku dengannya amat jarang bicara terkadang hanya sekedar senyum saja atau sekedar menyapa bahwa kami saling kenal. Saya tau bahwa sesungguhnya dia mengerti perasaanku padanya, hanya pada keadaan sebaiknya bahwa diriku tak pernah tau apakah dia mempunyai perasaan sama denganku atau aku hanya sebagai teman yang selalu tersipu malu ketika berhadap denganmu.

Aneh, lucu, asyik ,indah,bahagia dan terkadang aku juga berfikir bahwa hal ini memang di luar batas kewajaran, tapi inilah jatuh cinta sebenarnya yang terkadang kita di buat untuk berlaku di luar etika berkhayal melebihi hal yang belum sepenuhnya bisa kita pikirkan menuruti keegoisan kata hati yang  belum bisa menentukan apakah hal ini benar atau hanya sekedar khayalan mendalam yang membawa aku berlarut-larut hanyut dalam perasaan ini kagum akan dirimu.

Tiba waktunya kita berpisah setelah kita sama-sama sudah lulus dari sekolah  dan setelah hari itu aku tak pernah lagi melihatmu, hal ini menyisakan kepedihan dan penyesalan yang mendalam bagiku kerena selama ini aku hanya bisa menunda-nunda untuk mengungkapkan perasaan ini sehingga waktupun kian terasa lebih singkat dan berlalu dengan kedustaanku terhadap perasaanku sendiri. Kepergianmu mungkin menyisakan sesal bagiku, tapi di sisi lain saya juga berterimaksih kepedamu karena mulai saat itu aku mulai belajar bahwa cinta itu bukan hanya untuk di pendam tapi di nyatakan dan jangan hanya berani mengagumi tapi bagaimana kita harus benar-benar bisa memilikinya.

Setelah sekian lama dirimu pergi akupun mulai terbiasa dengan hari-hari yang aku jalani tampa pernah melihatmu lagi walaupun hatiku selalu berharap suatu saat dapat melihatmu kembali, Berat memang pada awalnya hal ini aku rasaka di karena dulu sosok dirimulah yang menumbuh kan semangat belajar bagiku, alasanku untuk tersenyum makna tawaku serta bahagia setiap saat yang aku rasakan dan berubah dengan sekejab menjadi kegelisahan, kekhawatiran , bimbang dan terkadang bertingkah seperti orang tak sadarkan diri.

sudah 1 tahun lebih kita berpisah dan aku tak pernah tau lagi bagaimana kabarmu, sehatkah kau disana,bahagia,gembira atau sebaliknya. pernahkah kau mengingatku, memikirkan dan mengenangku seperti apa yang aku alami atau malah kenyataanya berbeda kamu tak pernah ingin tahu lagi tentang apa yang telah berlalu serta membiarkan masa lalu berlalu dengan waktu yang terus berlalu.saya tahu pada dasarnya saya memang tak punya hak untuk memaksakan dirimu untuk mersakan sama seperti yang aku rasakan akan tetapi ini hayalah sebuah harapan yang membuatku bersikap bagaiman agar aku bisa selalu mengenangmu.

0 komentar: