This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 24 Februari 2014

Maaf Ibu



Ibu
Belum sempat aku ubah lelahmu jadi bahagiamu
Belum bisa aku menjadi sosok harapanmu
Deritamu seakan masih kekal tampa tawa
menanti dan terus menanti bahagia itu akan hadir

Ibu
Panas terik telah menjadi payung bagimu
Air hujan menjadi pembasuh tubuhmu..
Lelah dan letih bagian dari harimu
Seakan tawa saja tak ada waktu bagimu..

Ibu
Kau terpaksa pecahkan karang
Hanya demi sebuah Impian
Impian yang kerap ganggu tidurmu..
malamu berlalu dengan harapan

Ibu
aku berdoa dalam sujudku
aku tak ingin bahagia tampamu
bahagiaku itu harapamu
Senyumku Impianmu..

Ibu
aku tau..
sebanyak apapun air mata ini
air mataku yang menangis karena menyesal
aku tau tidak akan mampu membalas keringatmu yg mengalir karenaku.

Ibu..
Aku harap tuhan memberimu Umur panjang
Aku ingin puja kesempatan
kesempatan untuk membalas jas-jasamu
Jasa yang kau berikan untuku

Ibu..
aku tak ingin dirimu berlalu
berlalu dengan membawa Asa
yang belum sempat terkabulkan
masih menjadi penantian.

Ibu
bila doa mu untuku karna sebuah harapan
tapi aku tetap gagal dalam usaha itu.
maka doa kan aku ibu..
doa kan dengan alasan lainya...

Kamis, 06 Februari 2014

cinta yang hilang dalam terang

Cinta Pertamaku

Indah rasanya masa kecilku ketika persaaan ini memaksaku untuk suka pada seorang wanita , mengalami gejolak yang sebenarnya diriku sendiri belum tiba pada Fase itu dan masih berada dalam proses menuju keremajaan , tapi apa yang harus aku lakukan saat itu seakan aku di paksa mengerti olah senyum bahagiaku dengan hati yang terus meronta-ronta bahwa persaan yang aku alami ini indah dan seakan aku harus tetap berada dalam keaadan itu.

Berawal dari kepindahanmu ke sekolahku disitu aku pertama kali melihatmu dan mulai mencari tau tentangmu. hari berganti dan waktu terus berlalu seakan tidak terasa kita harus berpisah, Namun seiring itu juga aku masih diam dan berlalu dengan perasaanku terhadapmu yang hanya mampu mengagumi walaupun aku tau bahwa aku memang telah jatuh cinta padamu, tapi apa daya diri ini masih belum mampu untuk jujur menyatakan karena ku tau pada saat itu usiaku yang masih sangat relatif muda *di bawah Umur* menjadi alasan bahwa perasaan suka ini hanya sebatas di rasakan dan di simpan di dalam hati dan bukan untuk di nyatakan.

Daun jatuh dan ranting pohon kecil di depan sekalahpun mulai patah seakan menjadi bukti bahwa ketakutanku akan kepergiaanmu terjadi dan seakan aku tak akan pernah bertemu lagi denganmu, kau pergi dengan persaanmu terhadapku yang tak pernah aku tau di karenakan semasa duduk sekelas bersama aku dengannya amat jarang bicara terkadang hanya sekedar senyum saja atau sekedar menyapa bahwa kami saling kenal. Saya tau bahwa sesungguhnya dia mengerti perasaanku padanya, hanya pada keadaan sebaiknya bahwa diriku tak pernah tau apakah dia mempunyai perasaan sama denganku atau aku hanya sebagai teman yang selalu tersipu malu ketika berhadap denganmu.

Aneh, lucu, asyik ,indah,bahagia dan terkadang aku juga berfikir bahwa hal ini memang di luar batas kewajaran, tapi inilah jatuh cinta sebenarnya yang terkadang kita di buat untuk berlaku di luar etika berkhayal melebihi hal yang belum sepenuhnya bisa kita pikirkan menuruti keegoisan kata hati yang  belum bisa menentukan apakah hal ini benar atau hanya sekedar khayalan mendalam yang membawa aku berlarut-larut hanyut dalam perasaan ini kagum akan dirimu.

Tiba waktunya kita berpisah setelah kita sama-sama sudah lulus dari sekolah  dan setelah hari itu aku tak pernah lagi melihatmu, hal ini menyisakan kepedihan dan penyesalan yang mendalam bagiku kerena selama ini aku hanya bisa menunda-nunda untuk mengungkapkan perasaan ini sehingga waktupun kian terasa lebih singkat dan berlalu dengan kedustaanku terhadap perasaanku sendiri. Kepergianmu mungkin menyisakan sesal bagiku, tapi di sisi lain saya juga berterimaksih kepedamu karena mulai saat itu aku mulai belajar bahwa cinta itu bukan hanya untuk di pendam tapi di nyatakan dan jangan hanya berani mengagumi tapi bagaimana kita harus benar-benar bisa memilikinya.

Setelah sekian lama dirimu pergi akupun mulai terbiasa dengan hari-hari yang aku jalani tampa pernah melihatmu lagi walaupun hatiku selalu berharap suatu saat dapat melihatmu kembali, Berat memang pada awalnya hal ini aku rasaka di karena dulu sosok dirimulah yang menumbuh kan semangat belajar bagiku, alasanku untuk tersenyum makna tawaku serta bahagia setiap saat yang aku rasakan dan berubah dengan sekejab menjadi kegelisahan, kekhawatiran , bimbang dan terkadang bertingkah seperti orang tak sadarkan diri.

sudah 1 tahun lebih kita berpisah dan aku tak pernah tau lagi bagaimana kabarmu, sehatkah kau disana,bahagia,gembira atau sebaliknya. pernahkah kau mengingatku, memikirkan dan mengenangku seperti apa yang aku alami atau malah kenyataanya berbeda kamu tak pernah ingin tahu lagi tentang apa yang telah berlalu serta membiarkan masa lalu berlalu dengan waktu yang terus berlalu.saya tahu pada dasarnya saya memang tak punya hak untuk memaksakan dirimu untuk mersakan sama seperti yang aku rasakan akan tetapi ini hayalah sebuah harapan yang membuatku bersikap bagaiman agar aku bisa selalu mengenangmu.

Senin, 03 Februari 2014

Wanita



*Wanita*
Sosok indah indah yang tercipta, keanggunan, kelembutan dan keiklhasan dan penuh kasih sayang sifatnya.Dia takut di sakiti dan paling kejam dalam menyakiti prinsipnya sederhana jangan buat dia kecewa maka anda pasti akan bahagia bersamanya, wanita seakan memang tercipta untuk menjadi sosok yang setia 

Wanita pada dasarnya tak suka basa-basi,tak mengharap ubaran janji karena dia tak ingin janji menjadi alasan untuk membenci ketika janji itu tak di tepati yang pada akhirnya akan membuat dia sakit hati. Jadi, tunjukanlah padanya sesuatu yang benar-benar pasti *jujur lebih baik*

Wanita insan yang sangat senang di puji dan kebanyakan sangat enggan untuk memuji, jadi sangat wajar seorang lelaki memujinya dan lelaki harus bersikap sebaliknya seolah-olah enggan di puji. Tapi ingat..! Wanita suka kejujuran dan jangan ubah pujian itu jadi benci artinya , pujilah ia dengan alasan yang menunjukan bahwa ia memang benar-benar pantas di puji *kalau kamu benci silahkan caci, tapi...! resiko tanggung sendiri ya..??*

Wanita egonya sudah pasti di atas rata-rata (Tak tau bagaimana). hal ini di karenakan wanita itu selalu ingin lebih dicintai, disayangai, diperhatiin dan dimengerti walaupun terkadang hal ini membuat seorang lelaki merasa bahwa keadilan hanya berlaku pada *keadilan bagi seluruh rakya Indonesia* dan tidak pada Asmaranya. Alasan wanita itu  sebenarnya sangatlah realistis yaitu di dasarkan pada sebuah pernyataan yang menyebutkan bahwa wanita itu adalah tulang rusuknya seorang laki-laki, jadi wajar saja karena wanita pasti akan berfikir *sebenci-bencinya lelaki pada seorang wanita tak mungkin dia bisa hidup tampa tulang rusuk*. Hal ini bukan bearti wanita tak butuh laki-laki, akan tetapi kita di tuntuk untuk berjalan berdasarkan Kodrat yang telah ada.

Wanita itu sifatnya terkadang susah di dan sulit di pahami, ibarat belajar mata pelajaran Geografi tantang Iklim yang terkadang tak pasti dan selalu berganti-ganti, atau yang lebih rumitnya lagi bagaikan belajar Ekologi bagaimana habitat benda hitup berintraksi dengan alam sekitarnya yang sangat sulit di prediksi.

Yang terakhir saya akan bilang bahwa setiap wanita itu punya penyakit yang sama, ya...Apalagi kalau bukan Cemburu..??. Katanya Cemburu itu tanda sayang, sekilas di pikirkan memang benar tapi, terkadang cemburu seorang wanita itu seakan membuatnya bersikap di luar Etika terlalu berlebihan sehingga cemburu yang semula diartikanya tanda sayang berubah arti menjadi sebuah kata yang seolah-olah bahwa cemburu itu adalah cara seorang wanita membatasi hak-hak seorang yang dia sayang .