sebuah perasaan terbentur logika jauh membedakan apa yang terjadi dengan apa yang di harapkan bersikap ingin menang sendiri mengabaikan perasaan orang yang mencoba peduli bersabar dan terus berusaha mengimbangi sekian lama sifat egomu sampai batas tak terhingga. Dan kini segalanya telah sampai pada titik jenuh, menyesal dan kecewa karna merasa gagal karena tidak mampu merubah sifat burukmu lebih terarah.
Kini jangan tanyakan apa yang tak kau dapatkan,tapi sadari salah atau benarkan caramu mengharapka itu, bila memang kenyamanan tak kau dapatkan maka itu karena dirimu sendiri yang salah memposisikan sifatmu untuk hal itu egomu di batas pacar sebagai seorang pacar hanya berharap mendengan kata dicintai tapi enggan mengucapakan mencintai, mengharap di mengerti tapi tak pernah mau memahami.
kau hanya pantas terlanjur di cintai tapi tak pantas kata terlanjur cinta untukmu dan tak mungkin juga untuk terlanjur cinta bila keadaanya seperti ini yang seakan membuat hati sesorang hilang separuhdalam berharap apa yang di harapkan yang sesungguhnya tak ada harapan.










